Guru KB-TK Bosowa Bina Insani Dipersiapkan Jadi Trainer

Bosowa School Bogor – Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI)  mempersiapkan seluruh guru KB-TK Bina Insani sebagai trainer Pembelajaran metode Sentra. Terkait hal tersebut, SBBI mengadakan acara Training of Trainer (TOT) yang diikuti  seluruh guru dan Kepala KB-TK Bina Insani, Femi Balti.

Acara yang berlangsung selama tiga hari, 31 Oktober-2 November 2018,  dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Dikdasmen Bosowa School, Sudirman. Ia  mengemukakan, TOT tersebut dipandang  perlu, sehubungan dengan adanya kebijakan baru bahwa pada tahun ajaran 2018-2019 akan dilaksanaka program One Bosowa School. 

“Dalam hal ini, seluruh sekolah yang berada di bawah naungan Bosowa Foundation akan melaksanakan kebijakan kurikulum yang sama, dan menghasilkan standar lulusan yang sama,” kata Sudirman dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (21/11).

Ia menambahkan, adapun sekolah-sekolah tersebut adalah,  Sekolah Alam Bosowa (Makassar), Sekolah Bosowa Bina Insani (Bogor) dan Sekolah Bosowa Al Azhar (Cilegon).

Mengapa TOT tersebut diselenggarakan bagi guru-guru KB-TK Bina Insani? Menurut Sudirman, karena Sekolah KB-TK Bina Insani sudah terlebih dahulu mendalami dan menjalankan metode pembelajaran yang akan digunakan pada program One Bosowa School yaitu metode Sentra.

Metode Sentra menekankan kegiatan pembelajaran akan lebih berpusat pada anak, menggunakan tema pembelajaran dan sistem moving class.  “Guru-guru TK Bina Insani  harus siap untuk berbagi ilmu dengan siapapun tentang metode pembelajaran Sentra yang sudah dijalankan sejak 2016 di TK Bina Insani,” kata Sudirman.

Ia menambahkan,  dalam waktu dekat ini pihaknya  akan mengadakan  program magang bagi seluruh jajaran  Manajemen Sekolah Bosowa Bina Insani dan guru-guru SD Bina Insani terkait metode pembelajaran Sentra. Hal itu dalam rangka melaksanakan  program One Bosowa School.

“Dalam hal ini, TK Bina Insani akan dijadikan sebagai laboratorium percontohan dan sarana  praktik mengajar bagi peserta magang,” ujarnya.

Narasumber dalam acara TOT ini adalah Eko Aryanto. Ia adalah deputi Akademik Pengembangan  Kurikulum Bosowa School.

Eko Aryanto mengupas materi-materi inti yang harus dipahami oleh seluruh peserta TOT menyangkut pembelajaran Sentra yang berbasis pada Curiculer Domain tahap perkembangan anak, Multiple Intelegences dan Seven Essential Live skill serta teknik-teknik penyampaiannya kepada seluruh peserta magang.

Eko Aryanto memulai pembahasan dengan materi  Mengenal Anak. Ia menegaskan,   seluruh guru harus mengenal anak didiknya setiap hari dari segi fisik dan nonfisik. “Hal ini sangat penting karena dalam proses pembelajaran kondisi fisik dan nonfisik sangat berpengaruh pada kondisi belajar anak,” tuturnya.

Ia melanjutkan materinya dengan pembahasan tentang Curicular Domain yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. Hal itu menyangkut lima  aspek, yakni afeksi, kognitif, bahasa, fisik motorik dan aspek sosial.

Selanjutnya dibahas tentang Multiple Intelegences, menyangkut: Linguistic Intelligence, Logical Mathematical Intelligence, Musical Intelligence, Bodily – kinesthetic Intelligence, Spatial Intelligence, Interpersonal Intelligence, Intrapersonal Intelligence, Natural Intelligence, dan Spiritual Intelligence.

“Setiap guru harus mempersiapkan metode dan strategi pembelajaran yang dapat mengembangkan semua kecerdasan siswa dan dapat mengobservasi setiap kecerdasan yang muncul atau belum muncul pada siswa,” papar Eko.

Tak kalah penting  dari materi TOT ini adalah materi tentang Seven Essensial Life Skill, yaitu kemampuan otak untuk mengelola  attention, emosi, agar seseorang  dapat mencapai tujuan yang  melibatkan semua kemampuan sosial, emosional, dan intelektual secara bersama-sama. “Kemampuan ini mulai muncul di usia pra-sekolah danbelum matang sampai usia menjelang dewasa,” ujarnya.

Seven Essensial Live Skill dimaksud adalah, Focus & Self Control, Perspective Taking, Communicating, Making Cinnection, Critical Thinking, Taking on Challenge, dan Directed Engaged Learning.  “Anak yang terbangun Curicular Domain-nya, terbangun Multiple Intelegences-nya dan memiliki Seven Essensial Life Skill-nya diharapkan akan menjandi insan yang paham dan mudah beradaptasi dalam menghadapi kehidupan,” papar  Eko.

Ia mengemukakan,  kekuatan program One Bosowa School, ada  pada dua  kemampuan guru-gurunya,  yaitu observasi dan komunikasi. Menurutnya, Kemampuan observasi bagi guru sangat  penting dilakukan selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Sehingga,  guru dapat merangkum setiap kemajuan, kejadian, ataupun hambatan yang dialami setiap anak tanpa ada yang terlewatkan.

"Selanjutnya dievaluasi dan dicari solusi terbaik untuk menaikan tahapan perkembangannya, supaya perkembangan usia biologisnya sejalan dengan usia kronologisnya,” ujarnya.

Kemampuan selanjutnya yang penting dikuasai guru adalah kemampuan komunikasi. “Sebab,  keberhasilan sebuah  pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara guru di sekolah dan orang tua di rumah,” tuturnya.

Untuk itu,  diperlukan keluwesan dalam menyampaikan informasi terkait dengan perkembangan anak yang terjadi di sekolah maupun penyampaian informasi mengenai sejumlah program yang akan dilakukan sekolah. “Dengan demikian, orang tua bisa sepaham dan bisa memberikan dukungan penuh terhadap semua kebijakan maupun kegiatan yang diselenggarakan sekolah, sehingga hasil yang dicapai akan lebih maksimal,” ujarnya.

 

REPUBLIKA.CO.ID

Share this Post

Facebook Comments ()

Leave a comment